Rabu, 21 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

Menkeu Suahasil: Belanja APBN Kuartal IV-2026 Capai Rp1.300 Triliun, Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 20 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI
Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah akan membelanjakan sekitar Rp1.300 triliun pada kuartal IV-2026. Angka itu melampaui realisasi belanja negara pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun. Di tengah kenaikan belanja tersebut, defisit APBN tetap dijaga pada kisaran 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Untuk kuartal IV, APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dari kuartal IV tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun,” ujar Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Suahasil, pemerintah akan terus mendorong belanja pada sisa tahun ini agar tumbuh dan tepat sasaran, sehingga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi dan menopang konsumsi domestik. Belanja itu mencakup kebutuhan mulai dari layanan publik hingga program perlindungan sosial (perlinsos). Bantuan pangan yang sudah bergulir pada kuartal IV juga diharapkan ikut mengerek konsumsi masyarakat.

“Belanja APBN akan terus lebih tinggi dari kuartal IV tahun lalu. Ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik, termasuk perlinsos. Bantuan pangan sudah bergulir di kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan government expenditure di perekonomian kita,” katanya.

Efisiensi Tidak Berarti Setop Anggaran

Meski belanja meningkat, pemerintah tetap melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran agar penggunaan dana negara efektif. Suahasil mengingatkan bahwa efisiensi tidak sama dengan menghentikan belanja.

“Langkah dari Kemenkeu merupakan bagian dari langkah akhir tahun, yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran terlaksana secara efisien. Namun, kalau kita katakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti menyetop anggaran,” ujarnya.

Soal defisit, pemerintah menjaga angka di kisaran 2,85 persen terhadap PDB.

“Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai akhir tahun,” tegas Suahasil.

Realisasi Belanja hingga September 2026

Data Kementerian Keuangan menunjukkan belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun, setara 69,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Realisasi itu tumbuh 19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu ketika belanja negara terkontraksi 0,8 persen.

Berdasarkan komponennya, belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari target, tumbuh 33,5 persen. Belanja non-K/L tercatat Rp991,9 triliun atau 60,5 persen dari target, tumbuh 25,7 persen.

Sementara itu, transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp599,2 triliun, setara 86,5 persen dari target. Namun, realisasi TKD terkontraksi 7,1 persen, berbalik dari pertumbuhan 1,5 persen pada September 2025.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update