Gelar ISEF 2026, Bank Indonesia Resmi Luncurkan 3 Program Unggulan Ekonomi Syariah
Inikabarku.com - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan tiga program unggulan yang difokuskan pada penguatan pasar keuangan syariah, pembenahan tata kelola zakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peluncuran Inisiatif strategis ini digelar dalam perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, sebagaimana rilis resmi Bank Indonesia pada Rabu (14/10/2026).
Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Program unggulan pertama yang diperkenalkan adalah Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC). Pedoman transaksi di pasar keuangan syariah ini disusun oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) bersama IIGMA, dengan keterlibatan aktif Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyusunan ICoC bertujuan untuk memanjakan iklim transaksi yang lebih efisien sekaligus berintegritas tinggi.
Inisiatif kedua berfokus pada tata kelola dana sosial keagamaan melalui peluncuran Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP). Pembaruan indeks yang digarap BI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini menyisipkan dimensi manajemen risiko untuk memastikan pengolahan zakat berjalan lebih akuntabel dan terukur.
Adapun program ketiga menyasar bidang pendidikan dan pengembangan SDM melalui program beasiswa internasional. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa asing dengan memanfaatkan dana sosial syariah. Selain mencetak SDM unggul dan memperluas literasi ekonomi syariah di kancah internasional, skema ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) secara produktif.
Rangkaian program terobosan ini semakin memperkuat langkah Bank Indonesia dalam merealisasikan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Kebijakan ini juga berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
