Kemenperin Dorong Modernisasi Galangan Kapal untuk Perkuat Industri Perkapalan Indonesia
IniKabarku.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri perkapalan nasional melalui modernisasi galangan kapal, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta penguasaan teknologi. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, dan memenuhi kebutuhan armada laut nasional.
Menteri Perindustrian RI, Muhammad Sarmuji, menegaskan pentingnya industri galangan kapal dalam mendukung konektivitas antarpulau, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan industri galangan kapal yang tangguh untuk memenuhi kebutuhan armada transportasi laut secara berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin), Muhammad Sarmuji, dalam keterangan resmi (20/10/2026).
Dari sisi industri, sektor alat angkutan mencatat pertumbuhan sebesar 5,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator positif bagi ekosistem transportasi nasional, termasuk industri pembangunan dan perawatan kapal.
Data pembangunan kapal baru dalam negeri memperlihatkan tren yang berfluktuasi. Pada 2021, produksi kapal baru tercatat sebesar 163,87 ribu deadweight tonnage (DWT). Angka tersebut meningkat menjadi 461,29 ribu DWT pada 2022 dan mencapai 940,21 ribu DWT pada 2023.
Namun, realisasi pembangunan kapal baru turun menjadi 187,71 ribu DWT pada 2024 sebelum kembali naik ke angka 660,11 ribu DWT pada 2025. Capaian terakhir tersebut meningkat sekitar 251,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sektor reparasi, kapasitas kapal yang ditangani juga mengalami kenaikan, dari 11,08 juta DWT menjadi 11,57 juta DWT. Perkembangan ini menunjukkan adanya peluang untuk memperbesar peran galangan kapal domestik dalam memenuhi kebutuhan pembangunan maupun perawatan armada.
Meski demikian, tantangan daya saing masih terlihat dari neraca perdagangan kapal. “Hal tersebut antara lain tercermin dari nilai perdagangan kapal sepanjang 2022 hingga Juni 2026, dengan ekspor mencapai USD4,53 miliar, sementara impor sebesar USD5,30 miliar,” Menperin Sarmuji menambahkan.
Nilai impor yang melampaui ekspor tersebut memperlihatkan ruang pengembangan bagi industri galangan kapal nasional. Peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, dan pengembangan industri komponen lokal menjadi sejumlah langkah yang dapat ditempuh untuk memperkuat industri dalam negeri.
Kemenperin juga menempatkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai salah satu upaya memperbesar nilai tambah industri perkapalan. Penguatan ini didukung oleh penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta keterhubungan antara galangan kapal dan industri pendukung.
Iperindo Dorong Transformasi Teknologi Galangan Kapal
Ketua Umum Institusi Industri Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami, menyebut pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Iperindo masa bakti 2026–2030 oleh Menteri Perindustrian sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pelaku industri perkapalan nasional.
Kepengurusan yang terbentuk melalui Rapat Umum Anggota pada Agustus 2026 tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal di Indonesia.
“Pengukuhan ini memberikan semangat bagi kami, seluruh insan dan pelaku industri perkapalan, untuk bekerja secara maksimal. Kami akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada, baik dalam industri reparasi maupun pembangunan kapal baru,” ujar Anita.
Menurut Anita, besarnya potensi pasar domestik perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan produksi galangan kapal. Karena itu, Iperindo berupaya mendorong transformasi teknologi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional agar industri nasional mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Transformasi di bidang galangan kapal, baik melalui pengembangan digitalisasi maupun penerapan teknologi industri, akan terus kami tingkatkan. Dengan demikian, kegiatan dan proses produksi galangan kapal dapat berjalan lebih efisien, efektif, serta memiliki daya saing yang semakin tinggi,” ungkapnya.
Digitalisasi dan penerapan teknologi industri diharapkan dapat memperbaiki proses kerja, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya di fasilitas galangan kapal. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan industri untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Anita menambahkan bahwa Iperindo akan terus mengoptimalkan kemampuan industri perkapalan nasional agar dapat merespons kebutuhan pasar secara lebih efektif. Kolaborasi dengan pemerintah juga diperlukan untuk mempercepat modernisasi fasilitas produksi dan memperkuat kemampuan industri dalam membangun serta memperbaiki kapal.
Menperin berharap pengurus Iperindo yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi sektor perkapalan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi industri dalam negeri terhadap perekonomian.
Dengan peningkatan kapasitas produksi, pemanfaatan teknologi, penguatan komponen lokal, dan efisiensi operasional, industri perkapalan Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan armada nasional sekaligus memperluas peluang ekspor dan persaingan di pasar internasional.
