Kamis, 29 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

BEI Bidik 10 Bursa Terbesar Dunia, Target Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 29 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik Foto: KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI

IniKabarku.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sejumlah strategi untuk masuk dalam jajaran sepuluh bursa terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi. Melalui masterplan 2026–2030, BEI menetapkan empat sasaran utama, mulai dari peningkatan kapitalisasi pasar hingga perluasan jumlah investor, yang ditargetkan tercapai pada 2030.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pengembangan pasar modal Indonesia diarahkan untuk memperkuat daya saing di tingkat global sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi.

“Melalui masterplan 2026-2030 Bursa Efek Indonesia telah menetapkan arah strategis jangka panjang untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global dengan aspirasi menjadi salah satu dari sepuluh bursa terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi,” ujar Jeffrey saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Rabu (28/10/2026).

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, BEI menetapkan empat target utama yang menjadi tolok ukur perkembangan pasar modal hingga 2030.

Sasaran pertama adalah meningkatkan kapitalisasi pasar atau market cap hingga Rp30.000 triliun. Kedua, BEI membidik rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun.

Sebelum mencapai target tersebut, nilai transaksi harian pada 2027 diproyeksikan menyentuh Rp21 triliun. Angka ini meningkat 16,7 persen dibandingkan target dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 yang sebesar Rp18 triliun.

Target ketiga berkaitan dengan peningkatan jumlah perusahaan tercatat. BEI menargetkan sebanyak 1.100 perusahaan dapat melantai di bursa hingga 2030. Sementara itu, sasaran keempat adalah memperluas basis investor pasar modal menjadi 35 juta investor.

Jeffrey menyampaikan bahwa pencapaian berbagai sasaran tersebut akan ditopang oleh kerangka strategi atau strategy house. Kerangka ini mencakup empat pilar bisnis yang diperkuat oleh lima enabler atau faktor pendukung untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.

Pelaksanaan strategi tersebut juga dijabarkan melalui tiga kelompok inisiatif unggulan atau flagship initiatives. Fokus pertama adalah memperkuat likuiditas dan memperluas akses pasar. Fokus kedua diarahkan pada peningkatan penghimpunan dana (fundraising) serta pembentukan modal. Adapun fokus ketiga mencakup pengembangan produk dan infrastruktur baru.

Ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat memperdalam pasar, meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas alternatif pendanaan bagi perusahaan, serta menyediakan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan para pelaku pasar.

Meski telah menetapkan sasaran jangka panjang, BEI menilai keberhasilan strategi tersebut bergantung pada pelaksanaan yang terarah dan berkesinambungan.

“Kami menyadari bahwa pencapaian target jangka panjang tersebut memerlukan tahapan implementasi yang terarah dan berkesinambungan,” papar Jeffrey.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update