Sabtu, 24 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

BI Catat Modal Asing Keluar dari Saham, SBN, dan SRBI Usai Pengumuman MSCI

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 23 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea dalam Taklimat Media perkembangan respons kebijakan operasi moneter terkini di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (30/9).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea dalam Taklimat Media perkembangan respons kebijakan operasi moneter terkini di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (30/9). Foto: Validnews/Siti Nur Arifa.

IniKabarku.com - Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing keluar (outflow) dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) setelah MSCI merilis dokumen konsultasi mengenai peluang penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market. Bank sentral kini terus memantau transaksi di pasar keuangan untuk memastikan kecukupan likuiditas rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan arus keluar modal asing mulai teramati setelah dokumen konsultasi MSCI dirilis pada Kamis (15/10/2026). Menurut dia, dampaknya tidak hanya terlihat di pasar saham, tetapi juga merambah instrumen surat utang pemerintah dan sekuritas rupiah yang diterbitkan BI.

“Kita memang mengamati ada outflow di pasar saham. Saya sudah sampaikan outflow yang terjadi sejak rilis konsultatif paper (MSCI) itu, pada hari Jumat (16/10), outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, tapi SBN juga outflow, SRBI juga outflow,” ungkap Erwin dalam sesi Taklimat Media di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10).

Meski mengonfirmasi adanya arus modal asing keluar, Erwin tidak merinci nilai dana yang meninggalkan pasar keuangan Indonesia. Ia menyatakan informasi mengenai besaran outflow tersebut sebaiknya tidak disampaikan oleh BI.

“Mengenai outflow, baiknya angkanya mungkin enggak keluar dari kita,” tambah Erwin.

Di tengah kondisi tersebut, BI memastikan tetap mengawasi aktivitas transaksi pasar keuangan, terutama kebutuhan dan ketersediaan likuiditas rupiah serta kaitannya dengan keseimbangan pasokan valuta asing (valas).

Erwin menegaskan, kecukupan likuiditas rupiah menjadi perhatian agar transaksi di pasar saham, SBN, dan SRBI tetap dapat berlangsung. BI akan memastikan dana rupiah yang tersedia memadai untuk mendukung aktivitas pasar.

“Karena bagaimanapun transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuditas rupiah. Kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi,” tegas Erwin.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update