Rabu, 04 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

APKI Gelar Kongres 2026, Pemerintah Dorong Industri Pulp dan Kertas Lebih Kompetitif

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 04 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji saat membuka Kongres APKI 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Kongres tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas nasional.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji saat membuka Kongres APKI 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Kongres tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas nasional. Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menggelar Kongres APKI 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 3–4 November 2026. Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Mengangkat tema “Membangun Industri Pulp dan Kertas yang Tangguh dan Berdaya Saing di Tengah Dinamika Global”, kongres tersebut membahas berbagai tantangan sekaligus peluang pengembangan sektor industri pulp dan kertas nasional.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji yang membuka kegiatan pada Selasa (3/11/2026) menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat optimalisasi kapasitas industri dalam negeri.

Sarmuji mengungkapkan, tingkat utilisasi industri agro pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 60,78 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi hingga mencapai 80 persen atau lebih.

Di sisi lain, sejumlah indikator manufaktur menunjukkan perkembangan positif. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 54,0 atau menjadi level tertinggi dalam 31 bulan terakhir. Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat sebesar 53,77.

“Mari kita manfaatkan sinyal positif ini, tahap ekspansi ini kita jaga sama-sama, kita manfaatkan momentum ini supaya kita bisa tumbuh lebih tinggi lagi,” ujar Sarmuji.

Produksi dan Ekspor Pulp-Kertas Terus Menunjukkan Potensi

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produksi pulp nasional sepanjang 2025 mencapai 11,69 juta ton dengan kapasitas terpasang sebesar 14,48 juta ton per tahun.

Adapun produksi kertas tercatat sebanyak 18,65 juta ton dari kapasitas terpasang 25,37 juta ton per tahun.

Dari sisi perdagangan internasional, industri pulp dan kertas Indonesia berhasil mempertahankan surplus perdagangan selama periode 2021–2025. Nilai ekspor sektor tersebut pada 2025 mencapai sekitar 8,2 miliar dolar AS.

Tren positif juga terlihat pada semester pertama 2026. Ekspor pulp tercatat sebesar 1,68 miliar dolar AS, sedangkan ekspor kertas mencapai 2,35 miliar dolar AS.

Selain berkontribusi terhadap perdagangan, sektor ini memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja. Industri pulp dan kertas menyerap sekitar 290 ribu tenaga kerja langsung serta 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.

Sementara itu, industri kertas dan percetakan memberikan kontribusi sebesar 3,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada 2025.

Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Sirkular

Sarmuji menyebut pengembangan industri pulp dan kertas masih memiliki peluang besar, terutama melalui peningkatan hilirisasi produk. Beberapa sektor yang dinilai potensial antara lain produk kemasan, tisu, serta serat rayon sebagai bahan baku industri tekstil.

Pemerintah juga mendorong pembenahan rantai pasok kertas daur ulang sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Selain itu, upaya dekarbonisasi perlu diperkuat untuk mendukung proses produksi yang lebih berkelanjutan.

Aspek kepatuhan terhadap regulasi lingkungan turut menjadi perhatian. Pemerintah menekankan agar pemasok bahan baku industri memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga kegiatan produksi tidak berkaitan dengan praktik perusakan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan.

APKI Tekankan Pentingnya Kepastian Kebijakan

Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata, menyampaikan bahwa industri pulp dan kertas Indonesia mempunyai posisi strategis dalam rantai pasok global. Posisi tersebut perlu dipertahankan melalui peningkatan kemampuan industri dalam menghadapi persaingan internasional.

“Posisi tersebut merupakan kekuatan yang harus kita jaga, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan daya saing,” ujar Suhendra.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan bersaing di pasar global tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi. Efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, inovasi, kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan produk bernilai tambah juga menjadi faktor penentu.

Suhendra turut menyoroti perlunya kepastian kebijakan dan komunikasi yang intensif antara pemerintah dengan pelaku usaha. Hal ini penting untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketersediaan energi dan bahan baku, dinamika perdagangan internasional, akses pasar, hingga meningkatnya standar keberlanjutan.

“APKI senantiasa siap menjadi mitra pemerintah. Bagi kami, kemajuan industri membutuhkan kebijakan yang memberikan kepastian, dunia usaha yang terus berinovasi, serta komunikasi yang terbuka agar tantangan yang dihadapi industri dapat kita pahami dan diselesaikan bersama,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kongres APKI 2026 juga menghadirkan talkshow bertajuk “Navigating Global Market Dynamics for Stronger Pulp and Paper Industry Growth”.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelaku industri terhadap perubahan pasar global sekaligus mendorong strategi pengembangan industri pulp dan kertas Indonesia agar semakin kompetitif dan berkelanjutan.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update