Buyback Saham Empat Emiten Prajogo Pangestu Tembus Rp830,7 Miliar
IniKabarku.com - Empat perusahaan tercatat yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai gabungan Rp830,7 miliar hingga awal November 2026. Jumlah tersebut baru setara 18,46% dari total anggaran maksimal yang disiapkan keempat emiten, yakni Rp4,5 triliun.
Keempat emiten tersebut adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).
TPIA menjadi emiten dengan realisasi buyback terbesar. Hingga 2 November 2026, perseroan telah membeli kembali 378.428.200 saham dengan nilai mencapai Rp518,2 miliar.
Di posisi berikutnya, BRPT merealisasikan pembelian kembali 99.100.600 saham senilai Rp121 miliar hingga 30 Oktober 2026. Sementara itu, BREN telah membeli kembali 49.139.000 saham dengan nilai sekitar Rp98 miliar hingga 1 November 2026.
Adapun CUAN mencatatkan pembelian kembali sebanyak 190.453.700 saham senilai Rp93,5 miliar hingga 28 Oktober 2026.
Anggaran buyback mencapai Rp4,5 triliun
Meskipun realisasi pembelian kembali saham telah mencapai ratusan miliar rupiah, seluruh program buyback tersebut masih berlangsung. Dengan demikian, nilai realisasinya masih berpeluang meningkat hingga periode pelaksanaan berakhir.
Dari sisi anggaran, TPIA menyiapkan dana maksimal Rp2 triliun untuk program buyback. BRPT dan BREN masing-masing mengalokasikan anggaran hingga Rp1 triliun, sedangkan CUAN menyediakan dana maksimal Rp500 miliar.
Jika digabungkan, total anggaran pembelian kembali saham keempat emiten mencapai Rp4,5 triliun. Dengan realisasi Rp830,7 miliar, penggunaan dana buyback sejauh ini baru sekitar 18,46% dari total anggaran tersebut.
Jadwal pelaksanaan program berbeda di setiap perusahaan. TPIA menjadwalkan buyback berlangsung hingga 28 Januari 2027. Sementara itu, program BRPT, BREN, dan CUAN akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Pendanaan berasal dari kas internal
Dalam keterbukaan informasi, manajemen BRPT menyatakan pelaksanaan buyback tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional maupun pendapatan perseroan. Manajemen juga menilai modal kerja dan arus kas perusahaan masih memadai untuk membiayai program tersebut.
Senada, manajemen TPIA menyampaikan bahwa dana untuk melaksanakan pembelian kembali saham bersumber dari kas internal perusahaan.
Untuk menjalankan program tersebut, masing-masing emiten menunjuk perusahaan sekuritas sebagai perantara transaksi. BRPT bekerja sama dengan Sucor Sekuritas, sementara TPIA menunjuk BCA Sekuritas.
BREN menggunakan jasa BNI Sekuritas. Adapun CUAN menunjuk dua perusahaan sekuritas, yakni BNI Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.
