Kamis, 05 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

BI Pastikan Terus Intervensi Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 04 Nov 2026 👁️ 8x dibaca
Bank Indonesia pasar valuta rupiah
Bank Indonesia pasar valuta rupiah Foto: News

IniKabarku.com - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi tekanan akibat perubahan sentimen pasar yang berpotensi membuat pergerakan rupiah menyimpang dari kondisi fundamentalnya.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (3/11/2026). Ia menekankan bahwa menjaga kestabilan rupiah merupakan salah satu fokus utama bank sentral dalam mendukung perekonomian nasional.

Menurut Destry, nilai tukar yang stabil memiliki peran penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Kondisi tersebut juga dibutuhkan untuk menopang aktivitas sektor riil sekaligus mendorong terbukanya lapangan pekerjaan.

Ia menjelaskan, dinamika nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor dalam negeri, tetapi juga perkembangan global. Salah satu faktor yang perlu diantisipasi adalah perubahan sentimen pasar secara mendadak sehingga memicu pergerakan mata uang yang tidak mencerminkan kondisi fundamental.

"Intervensi tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan keadaan ketika terjadi pergerakan di luar kondisi fundamental. Hal itu diperlukan saat sentimen mendadak merusak pola atau nilai rupiah yang sesungguhnya," ujar Destry Damayanti, Gubernur BI.

Untuk memperkuat upaya stabilisasi, BI juga memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan moneter. Beberapa di antaranya meliputi pengaturan suku bunga, penerbitan sekuritas, serta pemberian insentif terhadap biaya lindung nilai atau hedging.

Penerapan instrumen tersebut dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan situasi dan kebutuhan pasar. Dengan demikian, BI dapat menentukan kombinasi kebijakan yang tepat ketika tekanan terhadap nilai tukar rupiah mengalami peningkatan.

Destry kembali menegaskan bahwa intervensi pasar valuta asing tetap menjadi salah satu strategi utama BI dalam menjaga stabilitas. Penggunaan instrumen kebijakan lainnya tidak berarti bank sentral akan menghentikan langkah intervensi.

"Jadi, jika ditanya apakah BI akan terus melakukan intervensi, kami tentu akan tetap menggunakannya untuk menjaga stabilitas pasar," tegas Destry.

Dalam menjalankan kebijakan tersebut, BI menerapkan dua mekanisme intervensi, yaitu melalui transaksi di pasar spot dan Non-Deliverable Forward (NDF). Destry menyebut kedua mekanisme itu masih cukup efektif untuk membantu menjaga keseimbangan dan stabilitas pasar valuta asing.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update