Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

Pertamina Patra Niaga Jajaki Impor Pertalite dari China dan India

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 03 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan Pertalite. Ilustrasi Pertalite.
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina menggunakan Pertalite. Ilustrasi Pertalite. Foto: ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI

IniKabarku.com - PT Pertamina Patra Niaga berencana memperluas sumber impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan menjajaki pasokan dari China dan India. Upaya ini dilakukan untuk mendiversifikasi negara pemasok sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sumber impor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman membenarkan rencana tersebut. Selama ini, impor Pertalite disebut berasal dari Singapura.

"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," kata Laode saat ditemui di Jakarta, Senin.

Menurut Laode, pemerintah telah menjalin komunikasi dengan calon negara pemasok. Namun, rencana tersebut belum dapat diterapkan sepenuhnya karena masih menunggu penyelesaian aturan teknis.

"Iya sudah ada komunikasi terkait dengan itu," ujarnya.

Implementasi menunggu aturan teknis

Kementerian ESDM saat ini tengah menyempurnakan peraturan menteri (permen) sebagai aturan pelaksana setelah diterbitkannya peraturan presiden (perpres).

Aturan teknis tersebut nantinya akan mengatur secara lebih terperinci mekanisme, tahapan, serta tata kelola pelaksanaan impor oleh Pertamina Patra Niaga.

"Sedang kita sempurnakan permennya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," bebernya.

Laode menegaskan, kegiatan impor BBM tetap berlangsung selama proses penyusunan aturan tersebut. Untuk sementara, pengadaan masih mengikuti mekanisme yang berlaku saat ini.

"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelasnya.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update