Pertamina Patra Niaga Jajaki Impor Pertalite dari China dan India
IniKabarku.com - PT Pertamina Patra Niaga berencana memperluas sumber impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan menjajaki pasokan dari China dan India. Upaya ini dilakukan untuk mendiversifikasi negara pemasok sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sumber impor.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman membenarkan rencana tersebut. Selama ini, impor Pertalite disebut berasal dari Singapura.
"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," kata Laode saat ditemui di Jakarta, Senin.
Menurut Laode, pemerintah telah menjalin komunikasi dengan calon negara pemasok. Namun, rencana tersebut belum dapat diterapkan sepenuhnya karena masih menunggu penyelesaian aturan teknis.
"Iya sudah ada komunikasi terkait dengan itu," ujarnya.
Implementasi menunggu aturan teknis
Kementerian ESDM saat ini tengah menyempurnakan peraturan menteri (permen) sebagai aturan pelaksana setelah diterbitkannya peraturan presiden (perpres).
Aturan teknis tersebut nantinya akan mengatur secara lebih terperinci mekanisme, tahapan, serta tata kelola pelaksanaan impor oleh Pertamina Patra Niaga.
"Sedang kita sempurnakan permennya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," bebernya.
Laode menegaskan, kegiatan impor BBM tetap berlangsung selama proses penyusunan aturan tersebut. Untuk sementara, pengadaan masih mengikuti mekanisme yang berlaku saat ini.
"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelasnya.
