Sabtu, 31 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Ini Daftar 20 Saham dan Bobotnya

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Seorang pengunjung mendokumentasikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).
Seorang pengunjung mendokumentasikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). Foto: Validnews/Hasta Adhistra

IniKabarku.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan indeks baru bernama IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) yang mulai dihitung dan didistribusikan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Indeks ini mencakup 20 saham perusahaan yang memiliki kegiatan usaha di sektor komoditas maupun terlibat dalam rantai pasok industri tersebut.

Dalam daftar konstituen awal, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi teratas dengan bobot indeks sebesar 15%. Selanjutnya, Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memiliki bobot 11,35%, disusul Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 10,88% dan Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 9,88%.

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, menjelaskan bahwa peluncuran IDX Commodity 20 bertujuan menyediakan indikator kinerja saham perusahaan berbasis komoditas. Indeks tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan investor dan manajer investasi sebagai referensi dalam menyusun strategi investasi.

"Indeks IDX Commodity 20 mengukur kinerja harga dari 20 saham Perusahaan Tercatat yang bergerak dalam kegiatan usaha penghasil komoditas ataupun perusahaan yang bergerak di rantai pasok industri komoditas, yang mencakup sektor energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta industri pendukung rantai dan hilirisasi komoditas," jelasnya dalam keterangan resmi, Jakarta, dikutip Sabtu (31/10).

Dengan cakupan berbagai industri tersebut, IDX Commodity 20 tidak hanya berisi perusahaan pertambangan, tetapi juga emiten yang mendukung kegiatan produksi, pengolahan, distribusi, dan hilirisasi komoditas.

Metode seleksi dan penghitungan IDX Commodity 20

BEI menggunakan sejumlah persyaratan untuk menentukan saham yang berhak menjadi konstituen IDX Commodity 20. Salah satu pertimbangan utamanya adalah likuiditas transaksi dan besarnya kapitalisasi pasar berdasarkan saham beredar publik atau free float.

Calon konstituen harus sudah tercatat di BEI minimal enam bulan dan aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir. Selain itu, perusahaan harus masuk dalam klasifikasi industri berbasis komoditas berdasarkan IDX Industrial Classification (IDXIC).

Terdapat pula sejumlah kriteria yang dapat menggugurkan saham dari proses seleksi awal. Saham yang masuk dalam kategori kepemilikan terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC), memiliki Notasi Khusus, maupun termasuk Efek dalam Pemantauan Khusus selama enam bulan terakhir tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Dari saham-saham yang lolos seleksi awal, BEI kemudian menentukan 20 emiten dengan peringkat tertinggi berdasarkan tiga indikator, yaitu:

  1. Nilai transaksi di pasar reguler selama enam bulan terakhir.

  2. Frekuensi transaksi di pasar reguler selama enam bulan terakhir.

  3. Kapitalisasi pasar free float selama enam bulan terakhir.

Dalam menghitung indeks, BEI menerapkan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted. Metode ini menggunakan kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan rasio saham free float sebagai dasar pembobotan.

Untuk menghindari dominasi satu emiten, BEI membatasi bobot maksimal setiap saham sebesar 15%. Penyesuaian komposisi dan bobot dilakukan melalui evaluasi indeks secara berkala.

Meskipun baru diluncurkan pada Oktober 2026, penghitungan IDX Commodity 20 telah menggunakan data historis sejak tanggal dasar 1 September 2021, dengan nilai awal indeks sebesar 100.

Jadwal evaluasi konstituen indeks

Dalam menjaga relevansi komposisi saham, BEI menerapkan dua jenis evaluasi terhadap IDX Commodity 20, yakni Evaluasi Mayor dan Evaluasi Minor.

Evaluasi Mayor berlangsung setiap akhir Februari dan Agustus. Pada periode ini, BEI meninjau kembali saham-saham yang menjadi konstituen sekaligus melakukan penyesuaian bobot masing-masing emiten.

Sementara itu, Evaluasi Minor dilaksanakan pada akhir Mei dan November. Proses tersebut berfokus pada pembaruan faktor free float serta penyesuaian bobot saham dalam indeks.

Hasil dari kedua jenis evaluasi tersebut mulai diberlakukan pada Hari Bursa pertama bulan berikutnya.

Melalui mekanisme evaluasi berkala ini, komposisi indeks diharapkan tetap mencerminkan perkembangan likuiditas dan kapitalisasi pasar perusahaan berbasis komoditas.

Daftar 20 saham konstituen IDX Commodity 20

Berdasarkan data BEI, terdapat 20 saham yang menjadi konstituen awal IDX Commodity 20. Daftar tersebut berlaku efektif mulai 30 Oktober 2026 hingga 26 Februari 2027.

BEI juga menyatakan bahwa jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks dapat mengalami penyesuaian apabila terdapat aksi korporasi sebelum tanggal efektif. Aksi tersebut meliputi penawaran umum perdana saham (IPO), stock split, reverse stock, right issue, saham bonus, maupun dividen saham.

Peluang pengembangan produk investasi berbasis komoditas

Kehadiran IDX Commodity 20 diharapkan memperluas pilihan acuan investasi bagi pelaku pasar modal domestik. Investor dapat memanfaatkan indeks ini untuk memantau perkembangan harga saham perusahaan yang bergerak di berbagai rantai industri komoditas.

Selain sebagai indikator kinerja pasar, indeks tersebut juga berpotensi menjadi dasar pengembangan produk investasi pasif, seperti reksa dana indeks dan Exchange-Traded Fund (ETF).

Melalui produk tersebut, investor berpeluang mendapatkan eksposur terhadap kumpulan saham perusahaan berbasis komoditas tanpa harus membeli seluruh saham konstituen secara langsung.

Dengan demikian, peluncuran IDX Commodity 20 tidak hanya menambah pilihan indeks sektoral di BEI, tetapi juga membuka peluang pengembangan instrumen investasi yang lebih terukur dan transparan bagi investor.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update