Sabtu, 31 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

HPE Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026, Ini Harga Terbarunya

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
HPE Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026, Ini Harga Terbarunya
HPE Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026, Ini Harga Terbarunya Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode 1-14 November 2026. Penyesuaian tersebut dipengaruhi dinamika pasar keuangan global, terutama penguatan mata uang utama dunia dan kenaikan imbal hasil obligasi internasional.

Berdasarkan ketetapan terbaru Kemendag yang dipublikasikan Rabu (29/10/2026), HPE emas ditetapkan sebesar USD132.756,02 per kilogram. Angka ini turun 1,68 persen dibandingkan periode kedua Oktober 2026 yang mencapai USD135.024,36 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada HR emas. Untuk periode pertama November 2026, harga referensi ditetapkan sebesar USD4.129,18 per troy ounce, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya sebesar USD4.199,73 per troy ounce.

Ketentuan mengenai penyesuaian harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2061 Tahun 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa koreksi harga emas tidak terlepas dari perubahan kondisi ekonomi dan pasar keuangan internasional.

"Penurunan HPE dan HR emas pada periode pertama November 2026 dipengaruhi penguatan nilai tukar mata uang utama dunia serta peningkatan imbal hasil obligasi di pasar internasional," ujar Tommy di Jakarta, Rabu (29/10/2026).

Menurut Tommy, kondisi tersebut turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Investor cenderung mengalihkan sebagian portofolio mereka ke instrumen keuangan lain yang menawarkan potensi imbal hasil lebih kompetitif.

Dalam proses penyusunannya, penetapan HPE dan HR emas mempertimbangkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga menggunakan publikasi London Bullion Market Association (LBMA) sebagai salah satu acuan dalam menentukan harga komoditas tersebut.

Tommy menegaskan bahwa penetapan harga dilakukan melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga dengan mempertimbangkan data serta informasi dari instansi terkait.

“HPE dan HR emas periode pertama November 2026 ini ditetapkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan kementerian dan lembaga terkait,” tutur Tommy.

Penyesuaian HPE dan HR emas tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam aktivitas perdagangan komoditas logam mulia. Selain menjadi referensi bagi pelaku industri pertambangan, penetapan harga ini turut memengaruhi penghitungan pungutan ekspor serta aktivitas perdagangan emas di pasar domestik dan internasional.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update