Sabtu, 31 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

IHSG Anjlok 42,2%, Investor Asing Beralih ke Saham Tambang dan Komoditas

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
BBCA, BMRI, BBRI dilepas, saham di industri tambang jadi pilihan pelabuhan dana asing.
BBCA, BMRI, BBRI dilepas, saham di industri tambang jadi pilihan pelabuhan dana asing. Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham perbankan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepuluh bulan pertama 2026. Sebaliknya, emiten pertambangan dan komoditas justru menjadi tujuan akumulasi dana asing, terutama saham yang bergerak di industri logam, mineral, dan batu bara.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai penjualan bersih asing terbesar sejak awal tahun, mencapai Rp36,78 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net sell Rp18,08 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp15,97 triliun.

Besarnya tekanan jual tersebut terjadi di tengah pelemahan pasar saham domestik. Hingga penutupan perdagangan Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot 42,2% secara year-to-date (YtD) ke level 5.057,05.

Secara keseluruhan, BEI mencatatkan arus dana keluar bersih investor asing sebesar Rp126,37 triliun selama periode 2 Januari–30 Oktober 2026. Dalam rentang waktu tersebut, nilai transaksi jual asing di pasar reguler mencapai Rp1.253,5 triliun, sedangkan transaksi beli tercatat Rp1.127,1 triliun.

Saham tambang dan komoditas menjadi incaran asing

Di tengah tekanan jual pada sektor perbankan, saham-saham pertambangan justru berhasil menarik minat investor asing. Fenomena ini terlihat pada sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang nikel, timah, batu bara, dan tembaga.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin daftar saham dengan pembelian bersih asing tertinggi. Emiten tambang nikel yang menjadi bagian dari MIND ID tersebut mengumpulkan net buy sebesar Rp2,15 triliun sejak awal 2026.

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mengikuti dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp1,8 triliun. Kedua emiten tersebut menjadi representasi perusahaan tambang yang terafiliasi dengan holding industri pertambangan milik negara.

Selain perusahaan tambang BUMN, investor asing juga menunjukkan ketertarikan terhadap saham-saham yang terafiliasi dengan Garibaldi “Boy” Thohir. Beberapa di antaranya adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang masing-masing mencatatkan net buy sekitar Rp1,7 triliun.

Perubahan preferensi investor tersebut sejalan dengan performa keuangan industri logam dan mineral yang mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi.

Sejak awal tahun, pendapatan sektor logam dan mineral meningkat 36,04%, sementara laba tumbuh 83,57%. Dari sisi laba per saham atau earnings per share (EPS), sektor ini membukukan kenaikan hingga 83,56%.

Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan. Sektor perbankan hanya mencatatkan kenaikan pendapatan 1,25% dan pertumbuhan laba 5,58%. Adapun EPS sektor ini tumbuh sebesar 5,58%.

Saham BUMN mendominasi daftar emiten yang dilepas asing

Pola transaksi investor asing juga memperlihatkan perbedaan karakteristik antara saham yang paling banyak dibeli dan dijual.

Mengacu pada data Stockbit Sekuritas, sembilan dari sepuluh saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar berasal dari sektor pertambangan. Cakupannya meliputi perusahaan logam dan mineral, produsen batu bara, hingga kontraktor pertambangan.

Di sisi lain, lima dari sepuluh saham yang mengalami penjualan bersih terbesar merupakan emiten milik negara dari berbagai sektor usaha.

Dua di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang masing-masing mencatatkan net sell sebesar Rp5 triliun dan Rp2,8 triliun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi jual asing tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perbankan, tetapi juga menjangkau sejumlah perusahaan milik negara di sektor telekomunikasi dan pertambangan.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update