Sabtu, 31 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

Vietnam Siapkan Strategi Industri 2026-2030, Bidik 200 Perusahaan Adopsi Teknologi Canggih

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Vietnam Siapkan Strategi Industri 2026-2030, Bidik 200 Perusahaan Adopsi Teknologi Canggih
Vietnam Siapkan Strategi Industri 2026-2030, Bidik 200 Perusahaan Adopsi Teknologi Canggih Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Pemerintah Vietnam mempercepat transformasi sektor industri dan perdagangan melalui penguatan riset, teknologi, inovasi, serta digitalisasi. Dalam strategi pengembangan periode 2026-2030, pemerintah menargetkan sedikitnya 200 perusahaan dapat menerapkan teknologi canggih guna meningkatkan produktivitas, daya saing, dan efisiensi kegiatan usaha.

Arah kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan No. 2841/QD-BCT yang diterbitkan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pada 28 Oktober 2026. Regulasi ini menetapkan Rencana Pengembangan Sains, Teknologi, dan Inovasi untuk sektor industri dan perdagangan selama periode 2026-2030.

Melalui rencana tersebut, pemerintah Vietnam ingin memperkuat kemampuan industri dalam mengembangkan, menguasai, dan mengomersialkan teknologi. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk membangun sistem produksi yang lebih modern, mempercepat transformasi hijau, serta memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Strategi tersebut disusun sebagai tindak lanjut Rencana Induk Nasional 2026-2030, Strategi Sains, Teknologi, dan Inovasi sektor Industri dan Perdagangan hingga 2030, serta berbagai program pengembangan teknologi strategis yang telah disetujui pemerintah.

Kebijakan ini muncul ketika industri global menghadapi perubahan besar akibat persaingan teknologi, restrukturisasi rantai pasok, transisi energi, tuntutan pengurangan emisi, dan penerapan standar keberlanjutan. Kondisi tersebut mendorong Vietnam untuk mengubah model pertumbuhan industri agar semakin bertumpu pada produktivitas, inovasi, teknologi, dan ekonomi hijau.

Tiga pilar utama pengembangan industri Vietnam

Dalam rencana hingga 2030, pemerintah menetapkan tiga prioritas utama untuk memperkuat sektor industri dan perdagangan.

Pertama, memperbesar kapasitas produksi industri sekaligus memperkuat posisi perusahaan domestik dalam rantai nilai global.

Kedua, menjaga ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien serta mempercepat peralihan menuju sistem ekonomi rendah emisi.

Ketiga, memodernisasi perdagangan, logistik, dan pengelolaan rantai pasok dengan memanfaatkan teknologi digital.

Ketiga agenda tersebut akan didukung peningkatan kapasitas penelitian, penguasaan teknologi, serta pengembangan produk strategis. Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk mengadopsi sistem manufaktur cerdas dan menerapkan inovasi dalam kegiatan produksi.

Salah satu sasaran penting lainnya adalah membangun ekosistem inovasi industri yang terintegrasi. Pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur penelitian, basis data, standardisasi, hingga perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian dari strategi tersebut.

Target produktivitas dan pengembangan teknologi hingga 2030

Vietnam menetapkan sejumlah indikator terukur untuk memastikan kebijakan pengembangan teknologi memberikan dampak langsung terhadap industri.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan produktivitas tenaga kerja industri rata-rata sebesar 7,5% per tahun. Selain itu, kontribusi produktivitas faktor total (Total Factor Productivity/TFP) terhadap pertumbuhan industri ditargetkan mencapai sekitar 55%.

Pengembangan teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan jumlah produk industri berteknologi tinggi dan bernilai tambah besar, sekaligus memperkuat kemampuan ekspor.

Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut, pemerintah akan menyusun katalog tugas terpadu yang mencakup tiga persoalan utama dan 22 kelompok produk teknologi strategis sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan No. 808/QD-TTg beserta rencana pelaksanaannya.

Setiap produk yang dipilih untuk dikembangkan harus memiliki peta jalan teknologi, perusahaan penerima atau mitra utama, standar yang diperlukan, perlindungan kekayaan intelektual, dukungan data, serta rencana pendanaan.

Pemerintah juga menargetkan terbentuknya sejumlah prototipe, fasilitas pengujian skala percontohan hingga semi-industri, dan model demonstrasi yang memiliki peluang untuk dikembangkan ke tahap produksi dan komersialisasi.

Perusahaan menjadi pusat kegiatan inovasi

Dalam strategi baru ini, perusahaan ditempatkan sebagai aktor utama pengembangan teknologi. Dunia usaha diharapkan terlibat sejak penentuan kebutuhan, pembiayaan bersama, penerimaan hasil penelitian, hingga proses komersialisasi.

Sementara itu, pemerintah bertindak sebagai fasilitator melalui penyediaan infrastruktur, penugasan penelitian, dan pembagian risiko investasi secara proporsional. Lembaga penelitian dan universitas berperan dalam kegiatan riset, pendidikan, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Keterlibatan perusahaan juga akan diperluas melalui program manufaktur cerdas, transformasi digital, dan peningkatan produktivitas serta kualitas.

Selain target penerapan teknologi canggih pada sedikitnya 200 perusahaan, pemerintah merencanakan pelatihan bagi minimal 1.000 perusahaan dan 100 tenaga konsultan ahli di bidang transformasi digital dan manufaktur cerdas.

Penilaian tingkat kesiapan digital juga ditargetkan menjangkau setidaknya 500 perusahaan. Dari jumlah tersebut, minimal 200 perusahaan akan memperoleh dukungan implementasi solusi sesuai Keputusan No. 2708/QD-BCT.

Tingkatkan komersialisasi hasil penelitian dan perlindungan kekayaan intelektual

Vietnam juga ingin memperbaiki efektivitas penggunaan anggaran penelitian dengan memastikan hasil riset tidak berhenti pada publikasi atau pengembangan prototipe.

Pemerintah menetapkan bahwa tugas penelitian prioritas harus berasal dari kebutuhan nyata industri dan memiliki calon pengguna atau penerima hasil yang jelas.

Dalam pelaksanaannya, sedikitnya 50% hasil penelitian ditargetkan dapat ditransfer. Sementara itu, minimal 30% hasil penelitian harus berhasil ditransfer atau dikomersialkan. Pemerintah juga menargetkan setidaknya 20% hasil penelitian yang relevan didaftarkan untuk memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.

Untuk memperkuat penerapan hasil riset, pemerintah akan mengembangkan rantai kegiatan yang menghubungkan penyelesaian masalah industri, pengembangan teknologi, pembuatan produk, standardisasi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga akses pasar.

Pengukuran keberhasilan tidak hanya didasarkan pada jumlah penelitian yang diselesaikan, tetapi juga tingkat penguasaan teknologi, kemampuan penerapan, komersialisasi, peningkatan skala produksi, dan dampak nyata bagi industri.

Dorong teknologi hijau dan efisiensi energi

Transformasi hijau menjadi salah satu agenda penting dalam rencana pengembangan industri Vietnam hingga 2030.

Pemerintah akan memprioritaskan penelitian dan penerapan teknologi hemat energi, sistem penyimpanan energi, energi baru, serta bahan bakar rendah emisi.

Pengembangan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) juga masuk dalam daftar prioritas.

Selain itu, strategi tersebut mencakup penerapan produksi bersih, ekonomi sirkular, manajemen karbon, sistem ketertelusuran produk, dan paspor produk digital.

Setiap solusi teknologi diharapkan memiliki indikator yang dapat diverifikasi, terutama terkait pengurangan konsumsi energi, penggunaan bahan baku, emisi, serta biaya produksi.

Perkuat laboratorium dan sumber daya manusia

Peningkatan kualitas infrastruktur penelitian menjadi bagian lain dari agenda pemerintah Vietnam. Penguatan tersebut mencakup laboratorium khusus, fasilitas pengujian modern, pusat konsultasi dan transfer teknologi, hingga fasilitas produksi eksperimental.

Fasilitas penelitian dan pengujian juga diarahkan untuk memenuhi standar akreditasi ISO/IEC 17025.

Dari sisi tenaga kerja, pemerintah menetapkan target agar minimal 50% staf peneliti memiliki kualifikasi pendidikan pascasarjana. Sementara itu, lebih dari 10% di antaranya diharapkan memiliki gelar doktor.

Pengembangan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan lembaga penelitian dan perusahaan domestik dalam menguasai teknologi inti maupun teknologi strategis.

Kerja sama internasional juga akan diperluas melalui penelitian bersama, pengembangan teknologi, transfer pengetahuan, pelatihan tenaga ahli, lokalisasi teknologi, dan perluasan akses pasar.

Pemerintah restrukturisasi pendanaan dan investasi teknologi

Untuk memastikan program berjalan efektif, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam berencana mengubah pola pengalokasian anggaran penelitian dan pengembangan.

Sedikitnya 15% dari total pengeluaran untuk kegiatan sains dan teknologi diarahkan bagi penelitian dan pengembangan teknologi strategis sesuai dengan Rencana Induk Nasional.

Alokasi dana akan diprioritaskan untuk penelitian terapan, pengembangan teknologi, serta pengujian yang memiliki tujuan penggunaan jelas. Namun, dukungan terhadap penelitian dasar, pengembangan standar, infrastruktur bersama, data, dan sumber daya manusia tetap dipertahankan.

Pemerintah juga akan menerapkan skema pembiayaan berdasarkan tingkat risiko dan tahapan pengembangan teknologi.

Pada tahap penelitian awal, negara dapat memberikan dukungan pendanaan utama. Ketika proyek memasuki tahap percontohan dan demonstrasi, perusahaan didorong ikut membiayai pengembangan. Adapun proyek yang sudah memasuki tahap peningkatan kapasitas produksi dan komersialisasi akan lebih banyak mengandalkan investasi perusahaan serta mekanisme pasar.

Pendanaan tambahan juga akan diprioritaskan bagi proyek yang telah menunjukkan hasil positif dan memiliki perusahaan mitra yang bersedia melanjutkan pengembangan maupun mengambil alih hasil teknologi.

Seluruh program akan dipantau melalui platform digital

Untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas, pemerintah menetapkan bahwa seluruh tugas sains, teknologi, dan inovasi harus dikelola serta dipantau melalui Platform Digital untuk Manajemen Sains, Teknologi, dan Inovasi.

Sebanyak 100% tugas ditargetkan tercatat dalam sistem tersebut sepanjang siklus pelaksanaannya. Evaluasi berkala, termasuk penilaian jangka menengah dan pengukuran dampak, akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan program serta pengalokasian sumber daya.

Setiap proyek juga akan melalui tahapan evaluasi mulai dari validasi kebutuhan dan pasar, pengujian solusi serta prototipe, standardisasi, hingga komersialisasi dan peningkatan skala produksi.

Program yang tidak memenuhi indikator keberhasilan dapat disesuaikan, digabungkan, atau dihentikan. Langkah ini ditujukan untuk menghindari tumpang tindih penelitian, penggunaan anggaran yang tidak efisien, serta penyebaran sumber daya pada proyek-proyek berskala kecil.

Melalui kebijakan tersebut, Vietnam berupaya membangun sistem inovasi industri yang lebih terintegrasi, dengan perusahaan sebagai penggerak utama dan teknologi sebagai fondasi peningkatan daya saing ekonomi hingga 2030.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update