Kamis, 05 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

Mendag Siapkan Jaringan Perdagangan di 33 Negara untuk Bantu UMKM NTB Ekspor

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Mendag Siapkan Jaringan Perdagangan di 33 Negara untuk Bantu UMKM NTB Ekspor
Mendag Siapkan Jaringan Perdagangan di 33 Negara untuk Bantu UMKM NTB Ekspor Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Menteri Perdagangan (Mendag) RI mendorong produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas pemasaran hingga ke pasar internasional. Pemerintah akan mengoptimalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.

Dorongan tersebut disampaikan Mendag setelah mengunjungi Pasar Kebon Roek dan meninjau Pasar Murah yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB di halaman Bale Kita Islamic Center, Mataram, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan itu, Mendag berdialog dengan pelaku UMKM sekaligus melihat langsung produk lokal yang dipamerkan di Bale Kita. Sejumlah produk dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan dipasarkan ke luar negeri.

Mendag menyebut beberapa UMKM NTB telah mengikuti program Kementerian Perdagangan, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) dan kegiatan penjajakan pasar. Dari program tersebut, sejumlah pelaku usaha bahkan telah memperoleh calon pembeli dari berbagai negara.

"Banyak UMKM di NTB ini yang berorientasi ekspor. Tadi kami ketemu juga yang sudah ikut di program-program Kementerian Perdagangan. Kemarin di acara itu ada yang dapat buyer ke beberapa negara," ujarnya.

Perwakilan perdagangan bantu cari pasar luar negeri

Untuk memperluas akses ekspor, Kementerian Perdagangan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, yang terdiri atas 46 perwakilan, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Menurut Mendag, salah satu kendala yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses pemasaran. Tidak sedikit pelaku usaha yang sudah mampu memproduksi barang, tetapi belum memiliki jaringan untuk menjual produknya ke pasar yang lebih luas.

"Tugas utama kita adalah bagaimana meningkatkan ekspor, khususnya untuk produk-produk lokal dan produk-produk UMKM. Kita bantu UMKM ini yang bisa memproduksi tapi kebanyakan tidak bisa jualan. Kita carikan market-nya di luar negeri melalui perwakilan kita," jelasnya.

Selain mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, pemerintah akan memberikan dukungan melalui pelatihan ekspor, klinik desain, serta peningkatan kualitas kemasan agar produk dapat memenuhi standar internasional.

Adapun persoalan logistik dan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan ekspor di NTB akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Potensi yang ada dulu kita kembangkan, jadi yang bisa jalan kita jalankan. Sambil tentu dibenahi logistiknya karena saya pikir problem logistik kita juga besar, sehingga kita harus bisa menyelesaikan bersama-sama," pungkasnya.

Pemprov NTB siapkan pendampingan lanjutan

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan UMKM daerah. Ia menilai kunjungan Mendag menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan kendala yang dihadapi dalam memperluas pasar.

"Yang utama, beliau juga berdialog langsung dengan sejumlah UMKM kita. Melalui beberapa kegiatan yang digelar kementerian, produk-produk lokal kita diberikan peluang untuk menembus pasar dan memiliki buyer sendiri," ungkap Wagub.

Ia menjelaskan, UMKM yang tengah mengembangkan usaha maupun yang telah memiliki akses pasar akan memperoleh pendampingan lanjutan. Program tersebut mencakup pelatihan dan coaching clinic terkait peningkatan kualitas kemasan, pemenuhan standar produk, hingga perpanjangan masa simpan.

Kunjungan Mendag juga menjadi bagian dari pemantauan terhadap UMKM NTB yang sudah melakukan ekspor, baik melalui kerja sama dengan eksportir maupun secara mandiri.

"Jadi, kehadiran beliau tidak hanya memastikan kesiapan UMKM yang belum melakukan ekspor, tetapi juga memantau teman-teman UMKM yang sudah memiliki pasar, baik yang masih bergabung dengan eksportir lain maupun yang langsung dari NTB," jelasnya.

Sejumlah produk yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan antara lain bawang putih, kacang mete, produk olahan, dan suvenir. Pengembangan komoditas tersebut perlu didukung peningkatan kualitas serta perluasan jaringan pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

Dekranasda soroti kualitas dan kapasitas produksi

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, mengatakan kunjungan Mendag memberikan masukan sekaligus membuka peluang penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM.

Dekranasda bersama Disperindag NTB berkomitmen menindaklanjuti tawaran program pelatihan dan pendampingan dari Kementerian Perdagangan.

"Programnya bagus sekali dan sudah dibukakan. Tadi kami sudah terkontak dengan orang-orang yang punya kuasa di situ. Insyaallah segera kita tindak lanjuti pendekatan dari sekarang, tahun depan semua bisa kita lakukan," ujarnya.

Menurut Sinta, sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki oleh UMKM adalah kualitas dan kuantitas produksi. Beberapa produk menghadapi kendala masa kedaluwarsa yang belum mencapai satu tahun, keterbatasan kapasitas produksi, serta konsistensi mutu.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dekranasda menyambut rencana kerja sama dengan perguruan tinggi di NTB guna mendukung riset dan pengembangan produk. Pelatihan daring yang disediakan kementerian juga akan ditindaklanjuti agar dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.

"Tadi Pak Sekjen juga menyatakan akan mencoba bekerja sama dengan universitas yang ada di sini supaya tidak jauh-jauh. Kemudian dibukakan juga pelatihan-pelatihan online dari kementerian, itu yang akan kami follow-up insyaallah ke depan," tambahnya.

Sinta menegaskan, daya saing produk tidak hanya ditentukan oleh cita rasa dan tampilan. Kemampuan menjaga kesinambungan pasokan serta konsistensi kualitas juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan pembeli.

"Itu yang kami tekankan kepada teman-teman UMKM untuk bisa mempertahankan kualitasnya. Supaya jangan sampai kalau trust itu sudah cacat, susah lagi kita dapat kepercayaan," pungkasnya.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update