Kamis, 05 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

Subsidi Minyak Rusia Tembus Rp 91,86 Triliun, Tertinggi dalam Empat Tahun

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Pembangunan titik transfer dan penerimaan ladang minyak mentah berat Russkoye, yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Siberia Timur,Rusia.
Pembangunan titik transfer dan penerimaan ladang minyak mentah berat Russkoye, yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Siberia Timur,Rusia. Foto: Bloomberg

IniKabarku.com - Pemerintah Rusia menggelontorkan subsidi sebesar 415 miliar rubel atau sekitar Rp 91,86 triliun kepada produsen minyak pada Oktober. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir dan semakin membebani pendapatan energi negara.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Rusia yang dirilis Kamis, pembayaran subsidi tersebut merupakan yang terbesar sejak April 2022. Saat itu, pemerintah mencatat pembayaran mencapai 450 miliar rubel.

Subsidi diberikan untuk mendorong perusahaan minyak tetap memasok bahan bakar ke pasar domestik. Kebijakan ini diperlukan karena penjualan ke luar negeri dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan memasok konsumen di dalam negeri.

Tekanan terhadap anggaran subsidi meningkat seiring melonjaknya harga minyak mentah dan bahan bakar global tahun ini akibat gejolak yang dipicu perang di Iran. Pembayaran kepada kilang minyak Rusia pun meningkat tajam, dari hanya beberapa miliar rubel pada Januari menjadi ratusan miliar rubel dalam beberapa bulan terakhir.

Subsidi Mengalir ke Perusahaan Minyak Besar

Sebagian besar dana subsidi disalurkan kepada perusahaan minyak besar Rusia, termasuk Rosneft PJSC dan Tatneft PJSC, yang mengoperasikan sejumlah kilang utama di negara tersebut.

Dukungan pemerintah itu menjadi sumber pendanaan penting bagi perusahaan-perusahaan tersebut, terutama ketika mereka harus memperbaiki fasilitas pengolahan minyak yang mengalami kerusakan akibat serangan drone Ukraina.

Pemerintah Rusia tetap mempertahankan skema subsidi meskipun pada saat yang sama memberlakukan larangan ekspor terhadap sebagian besar produk diesel, bensin, dan bahan bakar jet.

Kenaikan pembayaran subsidi tersebut membuat pengeluaran negara semakin besar. Berdasarkan perhitungan Bloomberg menggunakan data Kementerian Keuangan, subsidi pada Oktober setara dengan sekitar separuh pendapatan bersih anggaran Rusia dari sektor minyak yang mencapai 829 miliar rubel.

Secara keseluruhan, total subsidi yang telah disalurkan sepanjang tahun ini mencapai hampir 20 miliar dollar AS.

Serangan Ukraina Sasar Kilang Minyak Rusia

Tekanan terhadap industri pengolahan minyak Rusia juga datang dari serangan militer Ukraina. Pada paruh pertama Oktober, militer Ukraina menyerang sejumlah fasilitas pengolahan minyak strategis, termasuk kilang terbesar Rusia yang berada di Omsk, Siberia Barat.

Serangan tersebut sempat terhenti pada paruh kedua bulan lalu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan penghentian aksi tersebut. Langkah Trump itu dilakukan dalam upaya menekan harga bahan bakar di Amerika Serikat menjelang pemilu sela.

Serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak menjadi tantangan tambahan bagi perusahaan energi Rusia. Selain menghadapi kebutuhan perbaikan infrastruktur, perusahaan juga harus menjaga pasokan domestik di tengah kenaikan harga bahan bakar global.

Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Naik pada Oktober

Di tengah meningkatnya beban subsidi, pendapatan bersih Rusia dari sektor minyak dan gas pada Oktober tercatat sebesar 971,2 miliar rubel.

Menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Kementerian Keuangan Rusia, angka tersebut meningkat lebih dari 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan itu juga tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi masuknya sebagian pembayaran pajak berbasis laba yang harus dibayarkan produsen minyak Rusia untuk tahun ini.

Meski pendapatan sektor energi meningkat, besarnya subsidi yang harus disalurkan menunjukkan adanya tekanan terhadap keuangan negara. Pemerintah Rusia perlu menjaga keseimbangan antara mempertahankan pasokan bahan bakar domestik dan mengelola penerimaan dari sektor energi yang menjadi salah satu sumber utama anggaran negara.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update