Jumat, 30 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

Penjualan Frogs Indonesia Anjlok 60 Persen, Industri Drone Nasional Tertekan Produk Impor

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 30 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Chief Executive Officer Frogs Indonesia Adhitya Chandra Nugroho berdiri di samping Drone Penyemprotan dalam acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, Kamis (29/10/2026)
Chief Executive Officer Frogs Indonesia Adhitya Chandra Nugroho berdiri di samping Drone Penyemprotan dalam acara Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, Kamis (29/10/2026) Foto: KOMPAS.com/CITAAULIANA

IniKabarku.com - Industri drone nasional masih menghadapi tekanan akibat persaingan dengan produk impor, ketergantungan komponen luar negeri, serta terbatasnya permintaan pasar. Kondisi tersebut turut berdampak pada kinerja produsen lokal, termasuk Frogs Indonesia yang mencatatkan penurunan penjualan hampir 60 persen sepanjang 2026.

CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra memperkirakan penjualan perusahaan pada tahun ini hanya mencapai sekitar 130 unit untuk berbagai jenis drone. Padahal, peluang pemanfaatan teknologi drone di sektor pertanian dinilai masih sangat besar, terutama untuk mendukung program pemerintah.

Adhitya mengungkapkan, kebutuhan drone dalam program cetak sawah saja diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 unit. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas pertanian, seperti pemetaan lahan, penyemprotan pupuk, hingga penyemprotan pestisida.

Meski memiliki peluang pasar yang menjanjikan, realisasi permintaan belum mampu mendorong peningkatan penjualan secara optimal. Menurut Adhitya, kepastian pasar menjadi faktor utama agar produsen dapat meningkatkan volume produksi dan menekan biaya manufaktur.

"Suatu industri itu akan berjalan dengan baik jika market-nya ada. Kalau market-nya itu tidak ada, ya kami tidak akan bisa mencetak volume yang banyak,” ucapnya.

Di sisi lain, Frogs Indonesia telah berupaya meningkatkan kandungan lokal dalam produk yang dikembangkan. Drone pertanian buatan perusahaan tersebut tercatat memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 66 persen. Persentase ini bahkan lebih tinggi dibandingkan persyaratan minimum TKDN kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebesar 40 persen yang mulai berlaku pada 2026.

CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra mengatakan, sertifikasi TKDN menjadi salah satu syarat penting agar produk drone lokal dapat bersaing di pasar domestik.

"Kita melihat bahwa untuk bisa bersaing di pasar Indonesia, kita harus mempunyai sertifikasi TKDN, maka dari itu beberapa drone kami itu sudah dilengkapi sertifikasi TKDN," kata Adhitya saat ditemui dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, Kamis (29/10/2026).

Kendati demikian, pencapaian TKDN tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketergantungan perusahaan terhadap komponen impor. Adhitya menjelaskan, sejumlah bagian utama drone, termasuk baterai, motor listrik, dan baling-baling, masih didatangkan dari luar negeri.

Ketergantungan tersebut menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga harga jual tetap kompetitif. Apalagi, produsen drone lokal harus berhadapan dengan produk impor, khususnya dari China, yang menawarkan harga relatif lebih rendah.

Adhitya menilai, peningkatan skala produksi dapat membantu perusahaan menekan biaya manufaktur. Namun, strategi tersebut sulit diterapkan tanpa dukungan permintaan pasar yang stabil dan berkelanjutan.

Dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanian, Frogs Indonesia juga telah menyalurkan produknya melalui distributor untuk mendukung pengadaan drone di Kementerian Pertanian (Kementan). Jumlah pengadaan tercatat sebanyak 50 unit pada tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 250 unit pada tahun berikutnya, sebelum mencapai 100 unit pada 2026.

Menurut Adhitya, dukungan permintaan dari pemerintah maupun sektor swasta diperlukan agar industri drone dalam negeri dapat berkembang lebih optimal.

"Kita melihat bahwa potensi drone ini sangat luas sampai mungkin 10-30 tahun ke depan, maka dari itu kami membuat suatu perusahaan dari riset tersebut untuk bisa memberikan jawaban dari permasalahan-permasalahan yang ada atau solusi permasalahan yang ada," jelasnya.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update