Sabtu, 07 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

BEI Bongkar Modus Komplotan Pembobol Akun Saham, Saham Bagus Korban Dijual

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 07 Nov 2026 👁️ 4x dibaca
BEI Ungkap Kasus Pembobolan Akun Investor Masih Terjadi, Begini Modusnya.
BEI Ungkap Kasus Pembobolan Akun Investor Masih Terjadi, Begini Modusnya. Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap modus pembobolan akun saham yang melibatkan komplotan pelaku. Dalam aksinya, pelaku menjual saham-saham berkualitas milik investor yang menjadi korban, lalu mengalihkan dana hasil penjualan untuk membeli saham gorengan yang terafiliasi dengan kelompok mereka.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan kasus pembobolan akun investor masih banyak ditemukan sepanjang 2025 hingga 2026. Kejahatan tersebut umumnya melibatkan beberapa orang yang bekerja sama untuk memindahkan dana korban melalui transaksi saham.

"Pembobolan akun nasabah yang mengakibatkan saham nasabah dijual, uangnya dipakai untuk membeli saham lain di mana ini sifatnya adalah komplotan, bukan individual," kata Irvan dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, setelah berhasil menguasai akun korban, pelaku akan melepas saham-saham yang memiliki kualitas baik. Dana dari transaksi tersebut kemudian digunakan untuk membeli saham lain yang berada dalam kendali rekan pelaku.

"Jadi mereka membobol akun teman-teman, kemudian saham-saham yang bagus dijual, hasil penjualan dibeliin saham-saham yang kurang bagus, yang di mana di sisi sebelahnya adalah temannya dia, di mana uang itu akhirnya berpindah-pindah," katanya.

Password Tidak Pernah Diganti Jadi Celah Pembobolan

Menurut Irvan, salah satu faktor yang membuka peluang pembobolan adalah lemahnya perlindungan akses akun oleh investor. Kebiasaan menggunakan kata sandi yang sama dalam waktu lama tanpa pernah menggantinya dapat membuat akun sekuritas lebih rentan ditembus.

Risiko juga muncul ketika investor membagikan informasi login kepada orang lain. Pihak yang diberi akses bisa berasal dari lingkungan terdekat, seperti asisten pribadi, sekretaris, hingga pasangan.

Irvan bahkan mengingatkan bahwa akses yang pernah diberikan kepada mantan pasangan dapat berpotensi disalahgunakan setelah hubungan berakhir.

"Penyebabnya kadang sederhana. Pertama, password dari sekuritas tidak pernah diganti, passwordnya mudah sekali ditrobos. Yang kedua, mungkin bagi teman-teman investor yang memiliki personal assistant, yang memiliki sekretaris, password-nya dikasih, atau punya pacar, password-nya dikasih, habis itu putus, putus, akunnya dibobol mantan pacarnya atau mantan istrinya. Hal-hal sederhana sebenarnya," ujar dia.

Ia meminta investor lebih disiplin menjaga keamanan perangkat elektronik dan akun transaksi. Pasalnya, ketika saham sudah terjual dan dana berpindah ke pihak lain, proses pemulihan akun maupun pengembalian dana menjadi sulit.

"Hal ini sangat-sangat banyak sekali terjadi dan proses recovery-nya sangat sulit, gitu. Jadi kalau sahamnya sudah dijual, uangnya sudah pindah, itu akan menyulitkan Bapak Ibu," katanya.

BEI Dorong Sekuritas Terapkan MFA dan Trusted Device

Untuk memperkuat perlindungan investor, BEI juga mendorong perusahaan sekuritas meningkatkan sistem keamanan transaksi melalui penerapan multi-factor authentication (MFA) dan fitur trusted device.

MFA mengharuskan pengguna melewati tahapan verifikasi tambahan ketika mengakses akun, misalnya dengan memasukkan kode OTP. Sementara itu, mekanisme trusted device membantu membatasi akses akun melalui perangkat yang telah dikenali atau dipercaya.

Penerapan sistem keamanan berlapis tersebut memang dapat menambah tahapan saat investor masuk ke akun atau melakukan transaksi. Namun, langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akses dan menjaga keamanan aset investor.

"Sedikit repot? Iya, akan sedikit ada perubahan behavior? Iya, tapi tujuannya adalah untuk menjaga akun-akun elektronik dan transaksi elektronik teman-teman semua menjadi lebih aman," ujarnya.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update