Sabtu, 07 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

Dekranasda NTB Siapkan Pembinaan UMKM untuk Tingkatkan Kualitas Produk Ekspor

✍️ Ratna Puspitasari 🕒 06 Nov 2026 👁️ 4x dibaca
Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal (kiri) bersama Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri mendampingi Mendag Budi Santoso berdialog di Bale KITA, Kamis (5/11).
Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal (kiri) bersama Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri mendampingi Mendag Budi Santoso berdialog di Bale KITA, Kamis (5/11). Foto: Istimewa

IniKabarku.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menindaklanjuti dorongan Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar ekspor.

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat di Kementerian Perdagangan untuk membahas upaya peningkatan kualitas produk UMKM. Pembenahan tidak hanya menyangkut mutu barang, tetapi juga kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar.

“Bagus banget programnya dan sudah dibukakan. Tadi kami sudah terkontak dengan orang-orang yang punya kuasa di situ. Insya Allah segera kita tindak lanjuti pendekatannya sekarang, tahun depan sudah bisa kita lakukan,” ujarnya, kemarin.

Salah satu persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM NTB adalah masa kedaluwarsa produk yang belum mampu mencapai satu tahun. Menanggapi kendala tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan disebut akan menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi di daerah untuk membantu mencari solusi.

“Supaya tidak jauh-jauh. Kemudian dibukakan juga pelatihan-pelatihan online dari kementerian, itu akan kami follow up insya Allah ke depannya,” katanya.

Selain peningkatan mutu produk, kebutuhan peralatan produksi juga menjadi perhatian. Sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan permintaan bantuan sarana produksi yang, menurut Sinta, sudah dicatat oleh Menteri Perdagangan.

“Kami akan follow up apa yang bisa kami lakukan, apa yang bisa dari daerah lakukan, kemudian apa yang dari pusat bisa lakukan. Bisa kita kerja barengin buat teman-teman UMKM kita,” ungkapnya.

Konsistensi Mutu dan Kapasitas Produksi Jadi Syarat Ekspor

Sinta menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan menilai sejumlah produk UMKM NTB telah memiliki potensi untuk dipasarkan ke luar negeri. Tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha mampu memenuhi permintaan pembeli dengan kualitas dan kuantitas yang konsisten.

Menurutnya, kesepakatan dagang dan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tidak akan cukup apabila pelaku usaha tidak sanggup memenuhi pesanan sesuai standar yang telah disepakati.

“Tinggal kemampuan, kesanggupan, konsistennya. Karena banyak sekali terjadi, sudah deal, MoU sudah terjadi, ternyata tidak sanggup mencukupi secara kuantitas dan menjaga kualitasnya,” bebernya.

Karena itu, Dekranasda meminta pelaku UMKM menjaga mutu produk secara berkelanjutan. Konsistensi tersebut penting untuk mempertahankan kepercayaan pembeli, terutama ketika produk mulai memasuki pasar internasional.

“Itu yang kami tekankan kepada teman-teman UMKM, untuk bisa mempertahankan kualitasnya. Jangan sampai kalau trust itu sudah cacat, susah lagi kita dapat kepercayaannya,” pungkasnya.

Sinta juga menyebut potensi ekspor UMKM NTB mulai berkembang. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah berhasil memasarkan produknya ke luar negeri, baik melalui jalur ekspor mandiri maupun dengan bantuan eksportir lain.

Kendala Logistik Masih Hambat Ekspor UMKM NTB

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyoroti kendala yang masih dihadapi UMKM NTB dalam mengakses pasar ekspor. Salah satu persoalan utama berkaitan dengan keterbatasan fasilitas pelabuhan, sehingga sejumlah komoditas asal NTB harus dikirim melalui daerah lain, termasuk Bali, sebelum diteruskan ke pasar internasional.

Dalam keterangannya pada Kamis (5/11/2026), Budi mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas perbaikan infrastruktur dan jalur logistik.

“Kami terus berkomunikasi dengan kementerian terkait. Kemarin juga sudah komunikasi dengan Pak Menteri Perhubungan. Namun, potensi yang ada sekarang kita kembangkan dulu. Yang bisa berjalan, kita jalankan sambil membenahi logistiknya,” katanya.

Budi menilai persoalan logistik menjadi salah satu tantangan penting dalam memperluas ekspor produk UMKM. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Dengan pembenahan kualitas produk, peningkatan kapasitas produksi, serta perbaikan jalur distribusi, UMKM NTB diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update