BEI dan PHEI Luncurkan Indonesia ESG Bond Index, Dukung Investasi Berkelanjutan
BEI dan PHEI meluncurkan Indonesia ESG Bond Index sebagai acuan pengukuran kinerja obligasi berbasis ESG sekaligus mendukung pengembangan investasi berkelanjutan.
IniKabarku.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index sebagai acuan bagi investor dalam mengukur dan membandingkan kinerja investasi berbasis keberlanjutan. Kehadiran indeks ini juga diharapkan mendorong pengembangan produk serta strategi investasi yang menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Inisiatif ini merupakan salah satu upaya PHEI untuk memperkuat infrastruktur informasi dan mendukung pengembangan pasar modal Indonesia.
Direktur Utama PHEI, M. Kadhafi Mukrom, mengatakan pertumbuhan instrumen keuangan berkelanjutan perlu diimbangi dengan ketersediaan referensi pasar yang mampu menggambarkan kinerja investasi secara objektif dan konsisten.
"Melalui Indonesia ESG Bond Index, PHEI tidak hanya memperluas cakupan indeks obligasi, tetapi juga memperkuat ketersediaan infrastruktur informasi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri dalam melakukan analisis investasi, mengevaluasi kinerja portofolio, serta mengembangkan produk keuangan berbasis ESG," kata Kadhafi dalam seremoni di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat, (6/11/2026).
Keberadaan indeks ini diharapkan melengkapi indikator pasar yang telah tersedia. Investor dan pelaku industri juga dapat memanfaatkannya sebagai dasar untuk menganalisis, mengevaluasi, serta membandingkan kinerja investasi obligasi berbasis ESG.
Dua Indeks dengan Kriteria Berbeda
Indonesia ESG Bond Index terdiri atas dua indeks yang memiliki cakupan dan karakteristik berbeda.
Pertama, Indonesia ESG Corporate Bond Index, yang mengukur kinerja obligasi korporasi berperingkat investment grade dan memenuhi kriteria ESG serta persyaratan lain yang ditetapkan PHEI.
Kedua, Indonesia Prime ESG Bond Index, yang ditujukan untuk mengukur kinerja obligasi dengan peringkat kredit AAA yang memenuhi kriteria ESG dan ketentuan lain dari PHEI.
Kedua indeks tersebut dihitung dan dipublikasikan setiap hari dengan mengacu pada data harga serta yield obligasi. Perhitungannya menggunakan metodologi terstandarisasi sehingga perkembangan kinerja obligasi berbasis ESG dapat dipantau secara konsisten dari waktu ke waktu.
Dengan adanya dua indeks tersebut, pelaku pasar memiliki referensi yang lebih terarah untuk menilai kinerja obligasi berdasarkan karakteristik peringkat kredit dan pemenuhan kriteria keberlanjutan.
Sejalan dengan Penguatan Regulasi Keuangan Berkelanjutan
Peluncuran Indonesia ESG Bond Index juga sejalan dengan upaya memperkuat aspek keberlanjutan di pasar modal Indonesia. Pengembangan instrumen dan referensi investasi berbasis ESG menjadi bagian dari dukungan terhadap penerapan prinsip keuangan berkelanjutan.
Salah satu landasan regulasi yang relevan adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan.
Kehadiran indeks ini diharapkan memperluas pilihan referensi bagi investor sekaligus mendukung pengembangan produk keuangan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan dukungan data dan metodologi yang konsisten, pasar obligasi berbasis ESG diharapkan semakin mudah dianalisis dan dibandingkan oleh pelaku industri.
