Perkuat Daya Saing, OJK Dorong Konsolidasi Bank Syariah Menuju Lima BUS Besar di 2027
IniKabarku.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target hadirnya sedikitnya lima Bank Umum Syariah (BUS) berskala besar di Indonesia pada 2027. Target ini bagian dari strategi memperkokoh struktur sekaligus mendongkrak daya saing industri perbankan syariah nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut target tersebut selaras dengan arah kebijakan dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027. Cara yang ditempuh adalah konsolidasi.
“OJK senantiasa mendorong berbagai upaya untuk mendukung lahirnya bank-bank syariah yang sehat dengan skala usaha yang lebih besar. Upaya tersebut dilakukan melalui konsolidasi, antara lain lewat pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS), yang juga dimungkinkan diikuti oleh penggabungan usaha (merger) dengan bank syariah lain,” ujar Dian dalam jawab tertulis Konferensi Pers RDKB September 2026, Senin (15/10/2026).
Spin Off yang Berjalan Diharapkan Hasilkan BUS Besar
Dian berharap proses spin off yang kini berlangsung dapat melahirkan BUS dengan kapasitas memadai. Dengan begitu, struktur industri perbankan syariah ikut menguat. Menurutnya, hal ini mempertegas komitmen OJK dalam mendorong penguatan struktur industri.
Permodalan Jadi Faktor Penentu
Penguatan permodalan yang berkelanjutan juga diharapkan membuat bank syariah mencapai skala ekonomi (economic of scale) yang lebih layak. Tujuannya, bank syariah lebih kompetitif dan tangguh menghadapi persaingan di pasar perbankan nasional yang didominasi bank-bank mapan berskala besar.
Pemegang Saham Didorong Konsolidasi
Karena itu, OJK terus mendorong para pemegang saham memperkuat struktur industri lewat konsolidasi dan penambahan modal. Langkah ini dimaksudkan mempercepat pengembangan bank syariah dan UUS agar lebih berdaya saing di industri perbankan nasional.
